UN013: Mengapa Melipat Tangan Saat Berdoa?

Mengapa Melipat Tangan Saat Berdoa?

Ilustrasi

Hampir semua orang Kristen memiliki kebiasaan melipat tangan saat mereka datang berdoa kepada TUHAN. Namun, tahukah Anda dari mana asal-usul kebiasaan ini? Sejarah mencatat bahwa pada zaman dahulu, gerakan melipat tangan ini meniru sikap seorang hamba atau tawanan perang.

Ketika seorang tawanan menyerah kalah kepada raja yang menang, dia akan menyatukan kedua telapak tangannya untuk diikat dengan tali. Sikap ini menandakan bahwa tawanan tersebut menyerahkan seluruh hidupnya dan tidak lagi melakukan perlawanan kepada sang raja.

Lama-kelamaan, orang Kristen memakai lambang ini dalam ibadah. Melipat tangan diartikan sebagai tanda berserah penuh (submisi) kepada kekuasaan Raja di Atas Segala Raja. [FAKTA]

Perenungan:

Melipat tangan bukan hanya kebiasaan agar tangan tidak mengganggu orang lain saat berdoa. Sikap fisik itu mengingatkan bahwa isi hati sesungguhnya sedang menyerah kalah di hadapan TUHAN. Orang yang melipat tangan mengakui kelemahan diri dan berserah sepenuhnya kepada kehendak-Nya yang terbaik.

Mazmur 143 ayat 6 "Aku menadahkan tanganku kepada-Mu, jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus."