PA036-Ishak: Mengalah untuk Kedamaian
Ishak: Mengalah untuk Kedamaian
(12) Maka menaburlah Ishak di negeri itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. (13) Orang itu menjadi kaya, dan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. (14) Ia mempunyai harta kekayaan berupa kambing domba dan lembu sapi serta anak buah yang besar, sehingga orang Filistin cemburu kepadanya. (15) Segala sumur yang digali oleh hamba-hamba ayahnya dalam zaman Abraham, ayahnya, telah ditimbun oleh orang Filistin dan diisi dengan tanah. (16) Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: "Pergilah dari negeri kami, sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami." (17) Maka Ishak pergi dari situ dan memasang kemahnya di lembah Gerar, lalu menetap di sana. (18) Ishak menggali kembali sumur-sumur air yang digali pada zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditimbun oleh orang Filistin sesudah kematian Abraham; disebutnyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya. (19) Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapat di situ sumur air yang mengalir. (20) Tetapi gembala-gembala Gerar bertengkar dengan gembala-gembala Ishak, kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Sebab itu ia menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di situ. (21) Lalu mereka menggali sumur lain, dan tentang sumur itu mereka bertengkar juga; sebab itu ia menamai sumur itu Sitna. (22) Ia pindah dari situ dan menggali sumur lain, tetapi sumur ini tidak dipertengkarkan. Oleh karena itu ia menamai sumur itu Rehobot, katanya: "Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini." (23) Dari pertengahan malam itu ia berjalan ke Bersyeba. (24) Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya pada malam itu dan berkata: "Akulah Allah Abraham, ayahmu; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau dan aku akan berkati engkau dan membuat banyak keturunanmu oleh karena Abraham, hamba-Ku." (25) Sesuaikannya di situ sebuah mezbah dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di sana, dan hamba-hamba-hamba-Nya menggali sumur di tengah-tengah keturunan itu.
Uraian Pelajaran:
Ishak memilih untuk mengalah dan pindah menggali sumur baru saat sumurnya direbut oleh para gembala Gerar. Ia menghindari pertengkaran dalam memperebutkan sumber air di padang gurun. Sikap mengalah ini menjadi bukti bahwa ia menaruh percaya penuh kepada pemeliharaan TUHAN atas hidupnya.
Setiap pengikut Kristus dipanggil untuk mendahulukan kerukunan di tengah perikop kehidupan sehari-hari. Allah menghendaki umat-Nya hidup membawa damai serta meyakini bahwa Bapa di surga selalu mencukupkan segala kebutuhan. Kedamaian bersama jauh lebih berharga daripada memenangkan perbantahan.
Perhatikan dan Jawablah:
Berdasarkan ayat 22, apakah sumur baru yang digali Ishak setelah ia pindah masih dipertengkarkan?
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)
Penerapan dan Komitmen:
Hal praktis apa yang bisa dilakukan minggu ini untuk mengalah atau menahan diri demi menjaga perdamaian saat menghadapi selisih paham keluarga, kerabat, atau dengan tetangga?
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas