PA038-Manna: Berkat yang Cukup Tiap Hari
Manna: Berkat yang Cukup Tiap Hari
(1) Setelah mereka berangkat dari Elim, datanglah segenap jemaat Israel ke padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan Gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir. (2) Bersungut-sungutlah segenap jemaat Israel kepada Musa dan Harun di padang gurun itu, (3) kata mereka kepada kedua orang itu: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." (4) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan mengutip tiap-tiap hari secukupnya untuk sehari, supaya Aku mencobai mereka, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. (5) Dan pada hari yang keenam, apabila mereka mengolah apa yang mereka kutip itu, maka hal itu akan menjadi dua kali lipat banyaknya dari apa yang mereka kutip sehari-hari." (6) Lalu berkatalah Musa dan Harun kepada seluruh orang Israel: "Petang ini kamu akan tahu bahwa TUHANlah yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, (7) dan besok pagi kamu akan melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada TUHAN — siapakah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?" (8) Lagi kata Musa: "Hal itu akan terjadi jika TUHAN pada petang hari memberi kamu daging untuk dimakan dan pada pagi hari roti sampai kenyang, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungut yang kamu ucapkan kepada-Nya — siapakah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN." (9) Sesudah itu berkatalah Musa kepada Harun: "Katakanlah kepada segenap jemaat Israel: Marilah dekat ke hadapan TUHAN, sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu." (10) Dan ketika Harun berbicara kepada segenap jemaat Israel, mereka berpaling ke arah padang gurun, dan sesungguhnya, kemuliaan TUHAN tampak dalam awan. (11) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa, kata mereka: (12) "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Menjelang senja kamu akan makan daging dan pada pagi hari kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan tahu bahwa Akulah TUHAN, Allahmu." (13) Pada petang hari datanglah burung puyuh yang menutupi perkemahan itu, dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. (14) Ketika embun itu menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, bersisik-sisik, halus seperti es embun di bumi. (15) Ketika orang Israel melihatnya, seorang berkata kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepada kamu menjadi makananmu. (16) Beginilah perintah TUHAN: Kutiplah itu, masing-masing menurut keperluannya; buli-buli seorsang seomer, menurut jumlah jiwa kamu, masing-masing harus mengambil untuk orang-orang yang ada di kemahnya." (17) Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. (18) Ketika mereka menimbangnya dengan gantang, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluan masing-masing. (19) Lalu Musa berkata kepada orang-orang tata: "Seorang pun janganlah meninggalkan dari padanya sampai pagi." (20) Tetapi mereka tidak mendengarkan Musa dan ada yang meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Sebab itu Musa marah kepada mereka. (21) Kutiplah itu pagi-pagi, tiap-tiap hari secukupnya; waktu matahari panas, cairlah itu.
Uraian Pelajaran:
Bangsa Israel sempat bersungut-sungut karena menghadapi persoalan makanan di tengah padang gurun[cite: 3]. Menanggapi hal tersebut, Allah menurunkan manna setiap pagi sebagai makanan bagi mereka[cite: 3]. Aturan pengumpulannya sangat jelas, yaitu setiap orang hanya mengambil sesuai keperluan harian tanpa bersisa[cite: 3].
Pemeliharaan ini melatih ketergantungan penuh kepada TUHAN dari hari ke hari[cite: 3]. Setiap pengikut Kristus diingatkan untuk tidak hidup dalam keserakahan[cite: 3]. Allah menghendaki anak-anak-Nya senantiasa bersyukur atas berkat yang secukupnya tanpa membandingkan diri dengan orang lain[cite: 3].
Perhatikan dan Jawablah:
Berdasarkan ayat 18, apakah orang yang mengumpulkan banyak menjadi kelebihan setelah ditimbang dengan gantang?
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)[cite: 3]
Penerapan dan Komitmen:
Hal apa yang membuat masih bersungut-sungut, dan bagaimana melatih diri agar merasa cukup dengan berkat Tuhan?
Terima kasih telah menyelesaikan pelajaran ini.
← Kembali ke Ruang Kelas